» Profil
Yayasan Daarul-Uluum Al-Islamiyah berdiri tahun 1976 di Jakarta. Didirikan di atas tanah wakaf kurang lebih 1.000 m yang diatasnamakan Alm. Haji Basir (1908-1971).
Perintis pendirian yayasan adalah pasangan suami istri KH. M. Machfuz Basir, putera alm. H. Basir dan istrinya, H. Chodidjah Djumali MA. Sepulang dari belajar di Mesir, pasangan ini giat mengadakan pengajian dan majelis taklim, baik di kalangan anak-anak, remaja maupun orang tua, di sekitar kampung Pedurenan Masjid, Kelurahan Karet Kuningan Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan.
Cikal bakalnya di tahun 1972 hanya berbentuk pengajian di dalam rumah kediaman warisan orang tua yang dilaksanakan tiap hari, baik pagi, sore maupun malam hari. Lama kelamaan jumlah murid sudah semakin banyak dan tidak menampung lagi. Sehingga di tahun 1976 didirikanlah gedung madrasah dengan memanfaatkan bahan-bahan bangunan bekas bongkaran masjid yang terkena penggusuran.
Saat itu kegiatan belajar mengajar dilaksanakan sore hari, mengingat pagi hari para siswa sekolah di SD. Namun lama kelamaan, pengajian sore hari itu diubah menjadi madrasah formal yang menekankan pada materi keagamaan.
Setelah meluluskan angkatan pertama Madrasah Ibtidaiyah di tahun 1982, Yayasan Daarul-Uluum kemudian mendirikan pula jenjang berikutnya, yaitu Madrasah Trasanawiyah. Menyusul kemudian mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tahun 1985.
Selain pendidikan formal, pembinaan keagamaan lewat berbagai majelis taklim juga dikembangkan. Majelis taklmi khusus buat laki-laki diadakan tiap malam Kamis dan untuk ibu-ibu diadakan tiap hari Sabtu pagi.
Selain yang bersifat pendidikan dan majelis taklim, Yayasan Daarul-Uluum juga memiliki aktifitas di bidang sosial dan ekonomi, yang berfokus kepada penyantunan anak-anak yatim, para janda, dhuafa dan juga muallaf.
center.net. All Right Sir!..
|